Hal tersebut akan berdampak buruk pada kesehatan pada pemain game online. Umumnya bukan hanya kondisi fisik yang mengalami penurunan, tapi juga kesehatan mata. Syamsul, dokter spesialis mata di Rumah Sakit Haji Darjad (RSHD) menegaskan, efek game online pada mata sangat berbahaya. Sebab secara fisik, paparan cahaya radiasi komputer dapat merusak saraf mata. “Saat asyik bermain game online, terkadang anak-anak lupa makan dan terus memaksa matanya untuk mengkap sinyal gerak dalam layar komputer,” katanya. Hal itu cenderung membuat mata lelah, namun tetap terbuka karena terpaksa. Pengaruh radiasi dari monitor adalah faktor utama yang bisa melelahkan mata. Terlebih jika didukung efek pencahayaan yang ditampilkan dalam sebuah game. Semakin terang radiasi cahaya monitor, mata akan semakin silau. Sebaliknya, menurut Syamsul, semakin gelap cahayanya, dan mata juga akan tetap berusaha menangkap gerak cahaya itu. “Dalam satu kali penglihatan, efek cahaya yang bisa terjadi bisa mencapai ratusan. Ini biasanya menyebabkan perut mual, jika kita terus memaksa mata melihat ke layar TV atau monitor,” terangnya. Dengan kurangnya pencahayaan dalam ruangan, dampaknya akan semakin buruk. Walaupun penampakan efek khusus dalam game lebih jelas, namun ini akan menjadikan mata lebih cepat lelah. Terutama pada anak-anak, mereka cenderung tidak mengetehui efek bahaya dari game online. Tiba-tiba saja, seusai bermain mata mereka berair. Ini sudah merupakan satu tanda, bahwa mata mulai kelelahan. Agar tak terjadi kerusakan pada mata, baiknya ada batasan untuk anak-anak. Misalnya seminggu sekali, dan tidak dengan waktu yang lama. Selain itu, jarak anatara mata dan layar komputer juga harus dijaga. “Bila perlu, istirahatkan mata sebelum dan seusai bermain game dalam waktu yang cukup lama,” pungkasnya. (*/yov/kri) |

0 komentar:
Posting Komentar